#stillbegratefulwith2020
Appreciation post to the year I will never forget.
Dari awal dimana masih bisa manggil diri sendiri seorang fresh graduate. Masih bisa dengan mudahnya resign, dan gak nyari kerja sampai februari karna mikirin one of my bf mau married.
Lalu, gak ada yang pernah nyangka mulai bulan maret 2020, hidup (hampir) semua orang, akan begitu berbeda.
Termasuk diriku sendiri.
Mulai dari ngalamin quarter life crisis.
Bingung sama diri sendiri, bingung hidup ini mau dibawa kemana. Sudah mau umur 23 tahun (waktu itu) dan belum punya penghasilan sendiri.
Planning yang udah dibuat setelah lulus sidang skripsi pun ambyar. Malu rasanya buat post foto wisuda, karna merasa hidupku setelah momen bahagia tersebut pun tidak menjadi lebih baik.
Merasa gagal jadi anak, cuma ngerepotin orang tua dan ngabisin stok beras di rumah aja.
Bener-bener bingung, sedih, dan kecewa sama diri sendiri.
Mempertanyakan alasan dibalik ini semua sama Tuhan karena enggak ngerti alasannya Tuhan izinkan hal ini terjadi.
Lalu... merasa tertekan sama kesedihan yang keterlaluan dalamnya. Alasannya karena overthinking dan ekspektasi yang dibuat oleh diri sendiri terhadap orang lain.
Dan parahnya, tengah-tengah situasi sulit yang dimana seharusnya aku semakin deket sama Tuhan, ada saat dimana dengan bodohnya aku melakukan kesalahan dan memilih pilihan yang tidak benar.
Tolong jangan ditiru (dan jangan diulangi ya, Han!)
Menyesal mengambil keputusan itu, tapi puji Tuhan aku dikelilingi oleh orang-orang yang benar.
Yang enggak cuma fokus ke masalahnya, tapi juga mendukung dan mendoakan untuk bangkit tanpa menghakimi. Orang-orang yang luar biasa, terima kasih!
Disclaimer: Bagian ini aku tulis ini bukan untuk membenarkan perilaku yang tidak baik.
Poinku disini adalah pentingnya memiliki orang-orang benar disekeliling kita, untuk membenarkan hal yang tidak benar.
Memutuskan untuk menulis ini sebagai pengingat buat diriku sendiri.
Bahwa semua yang terjadi di hidupku sepanjang tahun 2020 adalah suatu proses yang tidak menjadi sia-sia. Melalui khotbah Ps. Fuji di Worship Night "Majesty", aku akhirnya mengerti 3 hal yang sedang Tuhan coba ajarkan kepadaku sepanjang Tahun ini:
1. Untuk belajar bahwa aku tidak harus mengerti untuk menjadi percaya, bahwa Tuhan punya rencana yang LEBIH BAIK atas hidupku.
2. Untuk belajar bahwa aku tidak selalu memiliki kuasa untuk mengontrol hidupku sendiri, tapi aku selalu memiliki kuasa untuk memilih berserah.
3. Untuk belajar bahwa aku memang tidak tahu masa depan, tapi aku tau di tangan siapa masa depanku berada
Setiap proses yang diizinkan terjadi merupakan sebuah kesempatan,
untuk semakin bertumbuh, semakin serupa dengan Kristus,
untuk belajar memilih respon hati yang benar,
dan untuk semakin mengenal diri kita sendiri.
Jadi... Terima kasih 2020!
Atas setiap hal yang membuatku sampai dimana aku berada saat ini.
Yang juga sudah selalu mengingatkan, To be more Christ centered, in EVERYTHING I do.
Terima kasih mami papi koko, yang memilih untuk terus mendukung dan percaya selama masa krisis jati diri berlangsung.
Terima kasih para leader, untuk kesempatan yang diberikan untuk memperbaiki diri dari kesalahan dan keputusan buruk yang aku ambil.
Terima kasih kelompok sel kecilku, atas kepercayaan yang diberikan untuk terlibat dalam hidup kalian.
Terima kasih Natasha, partner kerja sudah memilih untuk bertahan selama 6 bulan ini.
Banyak senangnya dan banyak pusingnya. Yang pasti, sama-sama belajar banyak bersyukurnya.
Terima kasih teman-teman jalan hepiku, atas kesempatan yang kalian beri untuk kita semua saling mengenal satu sama lain. Atas pikiran, tenaga, waktu, dan uang yang kalian beri untuk menciptakan memori menyenangkan di tahun ini.
Cheers to many more (safety) adventures ahead!
Terima kasih Kori, I love you!
Dan setiap orang yang terlibat secara tidak langsung dalam hidupku sepanjang 1 tahun ini.
Mungkin cuma lewat media sosial, mungkin cuma lewat pembicaraan singkat, tapi bisa menjadi salah satu alasanku untuk terus bertahan.
Terakhir..
Teruntuk setiap orang yang memilih untuk datang ke blog ini dan memakai beberapa menit waktu dalam hidupmu untuk membaca cerita hidup hanie phang sampai paragraf ini.
I'm so sorry for all kind of loss and struggles you've been through this year.
I might not understand the pain and sadness.
But thank you...
For choosing to stand strong even though it's hard.
Please, don't forget to appreciate yourself.
Give yourself a pat on the back, "You've done great! Thank you for staying strong" 😃
Tahun baru 2021 ini mungkin menjadi suatu momen yang dirayakan dengan cara berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi, semoga spirit untuk menjalaninya dengan memberikan yang terbaik tetap ada di diri kita semua.
Jangan pernah berhenti mendoakan agar keadaan berangsur membaik.
Namun, terlepas apapun keadaan 2021 nanti, baik ataupun kurang baik, cukup diingat bahwa ada Tuhan yang pegang hidup kita.
Selamat tahun baru 2021 untuk kita semua!
Semangat menjalani & melakukan setiap resolusi yang sudah kalian tulis dan rencanakan.
Semangat terus membagikan kasih dan sukacita dimanapun kalian berada.
God loves you so much!

Komentar
Posting Komentar