Christmas: It's time to Go Home
Halo Halo Halo
Gak berasa sudah bulan Desember, bulan yang mendapat sebulan sebagai "The Most Beautiful Time of The Year"
And Yes, I agree 100% to that statement.
Karna buat gue secara pribadi hari-hari menjelang Natal di bulan Desember itu selalu merupakan saat-saat yang sangat menyenangkan. Mulai dari berakhirnya Ujian Akhir, liburan panjang akhir tahun, Chirstmas Dindin/Lunch sama temen-temen (dengan perjuangan harus nabung 1 bulan sebelumnya), tukeran kado, lagu-lagu natal yang super fun dan banyak hal-hal menyenangkan lainnya. Atmosfer di setiap mall juga jadi super menyenangkan, dekorasi pohon natalnya, lagu-lagu natal yang diputerin, pokoknya semuanya itu serba bikin mood jadi super happy.
Dan hal-hal yang gue sebutin di atas itu udah membuat gue senang dari semenjak gue belum kenal Tuhan gue yang tanggal 25 Desember nanti ulang tahun.
Dulu, seperti yang gue jabarkan di atas, sumber kebahagiaan gue pada bulan Desember menjelang Natal itu hanya sebatas kesenangan akan hal-hal yang bersifat sementara dan duniawi. Sebenarnya, Sampe saat ini pun hal-hal di atas juga masih membuat gue senang dan dengan excited menanti-nantikan Natal.
Perbedaannya adalah, tahun ini gue menyadari satu hal baru yang sesungguhnya adalah arti Natal yang sebenarnya.
Natal buat gue tahun ini memiliki arti lebih dari sekedar pohon natal yang dihias super kyuti, lagu-lagu natal yang fun, tukeran kado, makan bareng temen-temen, dan hal-hal yang bikin jadi Christmas vibes banget.
Di Natal tahun ini gue sadar, semua sukacita yang gue dapatkan dari hal-hal diatas itu ada karna kita sedang merayakan lahirnya Anak Manusia yang adalah Juruselamat kita.
Lebih dari 2000 tahun yang lalu, Tuhan Yesus lahir di bulan Desember ini.
It become the most beautiful time of the year because of that reason.
Sejujurnya, gue pengen banget nulis hal ini sejak bulan November. Tapi baru gue tulis sekarang karna gue baru sempet dan baru bener-bener ngerasa timingnya udah pas.
Gue pengen nulis blog ini sejak tgl 19 November, tanggal dimana gue diingatkan untuk mengingatkan akan betapa baiknya Tuhan Yesus dan betapa sayangnya Tuhan Yesus sama kita semua.
Gue pengen, siapapun yang membaca blog ini untuk tau, bahwa dalam kondisi apapun kalian sekarang, Tuhan Yesus itu selalu sayang sama kalian. Bahkan ketika kita ga inget Dia, Dia itu selalu inget sama kita. Ketika kita membelakangi Dia dan sibuk sama urusan kita sendiri, Tuhan Yesus itu udah nungguin kita untuk balik lagi ke Dia.
Some of us must be familiar with The parable of The Lost Son, gue sudah tau perumpamaan ini sejak gue duduk di bangku Sekolah Dasar. Karna gue memang sekolah di sekolah Kristen dari SD hingga SMA, mustahil gue tidak pernah mendengar perumpamaan yang sangat sering dijadikan bahan renungan ini.
Tapi saat ini, semenjak gue benar-benar memutuskan untuk lahir baru bulan Februari lalu, banyak hal yang baru gue mengerti sekarang padahal udah dari dulu gue dengernya.
Contohnya tentang Perumpamaan Anak Yang Hilang (Lukas 15 : 11-32) ini, yang mau gue bagikan saat ini.
Gue dapetin hal ini saat Saat Teduh, tapi bukan ketika gue sedang menyanyikan lagu worship, bukan juga ketika gue lagi membaca Kitab Lukas. Hal ini gue dapetin ketika gue sedang memutar lagunya Planetshakers yang 'Face To Face' di Youtube (karna gue masih tidak bisa main gitar)
Suddenly, gambaran tentang perumpamaan ini jadi benar-benar nyata di kepala gue. Gue bisa lihat dengan jelas kalau Tuhan Yesus itu selalu menantikan gue di depan pintu sebuah rumah dengan tangan terbuka. He welcoming me home with the warmest hug.
Dan hal ini dengan nyata gue rasakan saat itu.
Dan waktu khotbah pendeta gue mengajukan 2 pertanyaan ini:
1. Kapan terakhir kali kamu merasa bahwa Tuhan adalah rumahmu?
2. Atau, kapan terakhir kali kamu menjadikan Tuhan itu rumahmu?
Gue rindu di Natal tahun ini, sesuai kata 'PULANG' tersebut, kita semua (termasuk gue sendiri) yang mengaku percaya, bener-bener 'Pulang' dan menjadikan Tuhan sebagai 'Rumah' kita. Seterusnya.
Gue pengen di Natal Tahun ini, siapapun kalian yang dulu juga kaya gue, diubahkan juga sama seperti gue diubahkan. Disadarkan apa makna sesungguhnya dari Natal itu sendiri.
Gue ada catat satu pernyataan di khotbah beberapa minggu yang lalu;
"Tuhan itu jaraknya hanya sejauh Doa.
Dan Allah yang mencintai saya, adalah Allah yang sama yang mencintai anda juga"
Percayalah setiap kita itu dirindukan Tuhan. He waits for me, you, and everyone else who believes Him.
So, Have a Super Merry Christmas
God Bless You :D

Komentar
Posting Komentar