The Sound of Peace on Earth
Been thinking to write something about Christmas sejak memasuki awal bulan Desember lalu, dan baru tadi pagi gue dapetin sesuatu yang bener-bener ingin gue sharing-kan disini.
Buat gue (dan gue percaya sebagian besar orang jugak berpikiran yang sama),
Natal itu... identik dengan sukacita.
Segala sesuatu yang berhubungan dengan Natal bisa dipastikan membawa kebahagiaan.
Dan hal itu sudah berlaku bahkan sebelum gue bener-bener percaya sama Tuhan Yesus.
Liburan,
Christmas dindin,
Tukeran kado,
Makan malem bareng keluarga,
Lagu-lagu dan dekorasi di mall yang bikin suasana jadi super menyenangkan,
Background LINE yang nurunin hujan snowflakes.
Apalagi?
Terlepas dari itu semua, kita semua tau apa -atau lebih tepatnya SIAPA- yang kita rayakan di hari yang kita sebut dengan Natal ini.
Tahun 2017 sendiri adalah tahun kedua, dimana gue menjalankan Natal dengan membawa pengertian yang berbeda.
Bahwa Natal bukan hanya tentang kado, liburan bebas tugas, lagu, film, dekorasi, dan kawan-kawannya yang lain.
Natal itu... ya tentang Tuhan Yesus.
Dalam perjalanan gue tadi pagi menuju gereja menggunakan jasa salah satu ojek online, gue ngelewatin Gereja Kathedral yang saat itu sedang berlangsung kebaktian Natal.
Rameeeeee banget.
Hati gue hangat liatnya.
Setelah lewat sana, gue ngomong dalam hati "Thank you ya Tuhan"
Like... for everything.
"Thank you, karna sudah lahir di dunia ini jadi manusia"
"Thank you, karna sudah memberikan sukacita yang luar biasa atas dunia ini"
"Thank you, karna sudah mengizinkan aku kenal Tuhan Yesus"
"Thank you, karna sudah lahir kembal di hatiku"
and so on...
And... Did you know that feeling?
When those classic Christmas songs bener-bener bisa nganterin kita ke hadirat Tuhan yang luar biasa.
Those classic Christmas songs yang biasa kita (atau gue lebih tepatnya) nyanyiin saat lihat-lihat gantungan pohon natal di mall, turns out to be a meaningful song when we sing it with a heart of worship.
Kerinduan gue cuma satu.
Bahwa siapapun yang ngebaca post yang gue publish ini, terlepas kalian percaya atau tidak, ketahuilah ada satu fakta.
Bahwa ada satu Pribadi yang super sayang sama kita.
Dari zaman kita masih di dalem perut nyokap, cuma bisa makan tidur poop dan nangis, belajar ngomong, belajar jalan, belajar lari, belajar nulis, belajar baca, belajar ngitung, dan seterusnya..
Bahkan terlepas gimana keadaan hati kita saat ini, percaya ataupun engga percaya, peduli ataupun ga peduli.
Itu ga akan mengubah fakta tersebut.
Bahwa Tuhan Yesus sangat-sangat sayang sama kita.
Sangat-sangat mengasihi kita.
Untuk siapapun yang kebetulan baca post ini, gue engga tahu apa yang kalian alami saat ini.
Apakah di Natal tahun ini Tuhan memberikan sesuatu atau mengambil sesuatu dari hidupmu.
Dirayakan sendiri ataupun bareng keluarga.
Sehat ataupun sakit.
Kerja disaat orang-orang liburan
Hal-hal tersebut tetep gak mengubah fakta bahwa Tuhan mengasihi kita. :D
Ada satu kutipan dari Ps. Philip yang bener banget,
"You may be feeling lonely, but you are never truly alone when you have Jesus"
So, jalani hari-hari setelah Natal ini dengan lebih semangat lagi, dengan lebih suka cita lagi.
Buat gue (dan gue percaya sebagian besar orang jugak berpikiran yang sama),
Natal itu... identik dengan sukacita.
Segala sesuatu yang berhubungan dengan Natal bisa dipastikan membawa kebahagiaan.
Dan hal itu sudah berlaku bahkan sebelum gue bener-bener percaya sama Tuhan Yesus.
Liburan,
Christmas dindin,
Tukeran kado,
Makan malem bareng keluarga,
Lagu-lagu dan dekorasi di mall yang bikin suasana jadi super menyenangkan,
Background LINE yang nurunin hujan snowflakes.
Apalagi?
Terlepas dari itu semua, kita semua tau apa -atau lebih tepatnya SIAPA- yang kita rayakan di hari yang kita sebut dengan Natal ini.
Tahun 2017 sendiri adalah tahun kedua, dimana gue menjalankan Natal dengan membawa pengertian yang berbeda.
Bahwa Natal bukan hanya tentang kado, liburan bebas tugas, lagu, film, dekorasi, dan kawan-kawannya yang lain.
Natal itu... ya tentang Tuhan Yesus.
Dalam perjalanan gue tadi pagi menuju gereja menggunakan jasa salah satu ojek online, gue ngelewatin Gereja Kathedral yang saat itu sedang berlangsung kebaktian Natal.
Rameeeeee banget.
Hati gue hangat liatnya.
Setelah lewat sana, gue ngomong dalam hati "Thank you ya Tuhan"
Like... for everything.
"Thank you, karna sudah lahir di dunia ini jadi manusia"
"Thank you, karna sudah memberikan sukacita yang luar biasa atas dunia ini"
"Thank you, karna sudah mengizinkan aku kenal Tuhan Yesus"
"Thank you, karna sudah lahir kembal di hatiku"
and so on...
And... Did you know that feeling?
When those classic Christmas songs bener-bener bisa nganterin kita ke hadirat Tuhan yang luar biasa.
'Hai Mari Berhimpun'
'Joy to The World'
'Dari Pulau dan Benua'
'Gita Sorga Bergema'
bahkan sampe ke 'Malam Kudus' yang dinyanyiin sama paduan suara anak-anak.Those classic Christmas songs yang biasa kita (atau gue lebih tepatnya) nyanyiin saat lihat-lihat gantungan pohon natal di mall, turns out to be a meaningful song when we sing it with a heart of worship.
Kerinduan gue cuma satu.
Bahwa siapapun yang ngebaca post yang gue publish ini, terlepas kalian percaya atau tidak, ketahuilah ada satu fakta.
Bahwa ada satu Pribadi yang super sayang sama kita.
Dari zaman kita masih di dalem perut nyokap, cuma bisa makan tidur poop dan nangis, belajar ngomong, belajar jalan, belajar lari, belajar nulis, belajar baca, belajar ngitung, dan seterusnya..
Bahkan terlepas gimana keadaan hati kita saat ini, percaya ataupun engga percaya, peduli ataupun ga peduli.
Itu ga akan mengubah fakta tersebut.
Bahwa Tuhan Yesus sangat-sangat sayang sama kita.
Sangat-sangat mengasihi kita.
Untuk siapapun yang kebetulan baca post ini, gue engga tahu apa yang kalian alami saat ini.
Apakah di Natal tahun ini Tuhan memberikan sesuatu atau mengambil sesuatu dari hidupmu.
Dirayakan sendiri ataupun bareng keluarga.
Sehat ataupun sakit.
Kerja disaat orang-orang liburan
Hal-hal tersebut tetep gak mengubah fakta bahwa Tuhan mengasihi kita. :D
Ada satu kutipan dari Ps. Philip yang bener banget,
"You may be feeling lonely, but you are never truly alone when you have Jesus"
So, jalani hari-hari setelah Natal ini dengan lebih semangat lagi, dengan lebih suka cita lagi.
Have a great, blessed, warm, and meaningful Christmas folks!
Tuhan Yesus mengasihimu :D


Komentar
Posting Komentar